Now Reading
#1: Jade Dragon, Jendela Mobil, dan Sendi-Sendi yang Menangis

#1: Jade Dragon, Jendela Mobil, dan Sendi-Sendi yang Menangis

‘Gengs, besok jam enam kita udah harus di south gate ya,’ kata Agung memberi tahu kami kabar yang gak begitu menyenangkan. ‘He? Jam enam? Kalau gitu mandinya jam berapa dong? Mana bisa mandi dingin begini subuh-subuh!?’ protes saya. Tentu hostel berdebu yang kami tinggali selama di Lijiang itu dilengkapi air panas yang bahkan bisa merebusmu dengan suhu 50°. Tapi kita semua tahu, mandi air panas di musim dingin hanya menghangatkan badan pas lagi mandi saja. Sebelum dan sesudahnya mah sama saja, malah bisa lebih dingin karena pori-pori sudah menguap lebar. ‘Yha gak usah mandi,’ kata Mas Gepeng sambil membenamkan wajahnya ke bantal.

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top